Kuningan 11 Maret 2026 -- 29
(Ilustrasi: Pengunjung Curug Bugawari, Sumber: Channel Youtube Gundal Gandul)
Di tengah lanskap perbukitan di wilayah selatan Kabupaten Kuningan, Desa Sagaranten, Kecamatan Ciwaru, menyimpan sebuah potensi wisata alam yang mulai dilirik. Namanya Curug Bungawari, air terjun yang berada di kawasan pedesaan dengan suasana masih sangat alami.
Curug ini berada di Dusun Sagara RT 1 RW 1, Desa Sagaranten. Meski belum banyak dikenal luas, keindahan alam yang ditawarkan cukup menjanjikan. Air terjun tersebut dikelilingi hutan yang masih relatif terjaga, dengan udara pegunungan yang sejuk serta suasana pedesaan yang tenang.
Panorama alam yang tersaji membuat Curug Bungawari berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata alam berbasis masyarakat. Selain sebagai tempat rekreasi, kawasan ini juga dinilai cocok untuk wisata edukasi lingkungan dan kegiatan pelestarian alam.
Perangkat Desa Sagaranten, Samsi, menjelaskan bahwa lokasi Curug Bungawari berada di area yang dikelilingi lahan pertanian serta perkebunan milik warga. Pemandangan sawah, kebun, dan pepohonan yang masih asri menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam yang lebih autentik.
“Keindahan alam di sini masih sangat alami. Potensinya cukup besar untuk menarik wisatawan yang ingin merasakan pengalaman wisata alam yang tenang dan berkelanjutan,” ujar Samsi, Selasa (10/2/2026).
Menurutnya, selain memiliki nilai estetika, keberadaan Curug Bungawari juga menyimpan potensi sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat. Jika dikelola dengan baik, kawasan ini dapat membuka peluang usaha baru bagi warga, mulai dari usaha mikro, jasa pemandu wisata, hingga berbagai kegiatan ekonomi kreatif berbasis komunitas.
Namun hingga saat ini, potensi tersebut belum sepenuhnya tergarap secara optimal. Salah satu tantangan utama dalam pengembangan Curug Bungawari adalah akses menuju lokasi yang masih terbatas.
Samsi mengatakan, jalan menuju kawasan air terjun saat ini masih berupa jalan usaha tani yang sedang dalam tahap pembangunan dan peningkatan kualitas. Kondisi tersebut membuat mobilitas pengunjung masih terbatas dan pengelolaan wisata belum dapat dilakukan secara maksimal.
“Akses jalan yang ada sekarang masih dalam proses pembangunan. Karena itu, jumlah pengunjung juga belum banyak dan pengelolaan kawasan wisata belum bisa dilakukan secara profesional,” jelasnya.
Selain persoalan akses, sejumlah fasilitas penunjang juga masih perlu dibenahi. Di antaranya seperti area parkir, jalur trekking yang aman bagi pengunjung, fasilitas kebersihan, hingga sarana edukasi lingkungan yang dapat mendukung konsep wisata berbasis alam.
Pemerintah Desa Sagaranten sendiri saat ini tengah melakukan pembangunan secara bertahap. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Diding, salah satu fokus utama pembangunan adalah peningkatan infrastruktur dasar, khususnya perbaikan jalan usaha tani yang juga menjadi jalur utama menuju Curug Bungawari.
Menurut Samsi, pembangunan tersebut merupakan bagian dari strategi desa untuk membuka akses menuju kawasan wisata sekaligus mendukung aktivitas pertanian masyarakat.
“Perbaikan jalan ini tidak hanya untuk wisata, tetapi juga untuk menunjang produktivitas pertanian warga. Jadi manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membuka potensi wisata alam yang selama ini belum tergarap secara maksimal. Ke depan, sektor pertanian dan pariwisata diharapkan dapat berjalan beriringan sebagai bagian dari konsep pembangunan desa yang berkelanjutan.
Meski demikian, pemerintah desa menyadari bahwa pengembangan Curug Bungawari tidak dapat dilakukan sendiri. Keterbatasan anggaran desa menjadi salah satu kendala dalam mempercepat pembangunan kawasan wisata tersebut.
Karena itu, dukungan dari berbagai pihak dinilai sangat dibutuhkan. Mulai dari pemerintah daerah, instansi terkait, sektor swasta, hingga komunitas masyarakat diharapkan dapat ikut berkontribusi dalam pengembangan destinasi ini.
“Pengembangan wisata seperti ini memang membutuhkan sinergi banyak pihak, baik dalam pembangunan infrastruktur, pendampingan teknis, pemberdayaan masyarakat, maupun promosi wisata,” kata Samsi.
Dalam konsep pengembangannya, Curug Bungawari direncanakan sebagai wisata alam berbasis desa yang mengedepankan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan kelestarian lingkungan. Pendekatan ini dinilai penting agar pembangunan wisata tetap menjaga keberlanjutan alam yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.
Selain itu, keterlibatan masyarakat juga menjadi kunci penting dalam pengembangan wisata desa. Warga diharapkan dapat berperan aktif sebagai pengelola kawasan wisata, pelaku usaha mikro, pemandu wisata lokal, hingga penjaga kelestarian lingkungan.
Dengan berbagai upaya pembangunan yang kini tengah berjalan, Curug Bungawari diharapkan perlahan dapat berkembang menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan di wilayah selatan Kabupaten Kuningan pada masa mendatang.