Jawa Barat 12 Maret 2026 -- 19
Musim mudik Lebaran selalu membawa cerita yang sama setiap tahunnya: jalanan padat, kendaraan mengular, dan destinasi wisata yang dipenuhi
Musim mudik Lebaran selalu membawa cerita yang sama setiap tahunnya: jalanan padat, kendaraan mengular, dan destinasi wisata yang dipenuhi wisatawan. Tahun ini, situasi tersebut diperkirakan kembali terjadi di kawasan Cimahi dan Bandung Barat, terutama di jalur yang mengarah ke destinasi wisata populer seperti Lembang.
Aparat kepolisian pun mulai bersiap menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat menjelang libur Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah. Tradisi pulang kampung yang dibarengi dengan agenda liburan keluarga membuat arus kendaraan menuju kawasan wisata diprediksi meningkat signifikan.
Mengutip laporan dari Liputan6.com, Polres Cimahi telah menyiapkan berbagai strategi pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama periode mudik dan libur Lebaran tahun ini.
Salah satu kawasan yang diperkirakan akan mengalami lonjakan kendaraan adalah jalur wisata menuju Lembang. Wilayah pegunungan yang terkenal dengan udara sejuk, pemandangan alam, serta berbagai objek wisata keluarga ini memang selalu menjadi magnet wisatawan, khususnya saat libur panjang.
Kapolres Cimahi, AKBP Niko Nurullah Adi Putra, menyampaikan bahwa kawasan Lembang menjadi titik utama yang mendapat perhatian dalam pengamanan arus lalu lintas tahun ini.
“Kawasan wisata Lembang menjadi salah satu titik utama yang diprediksi mengalami kepadatan tinggi,” ujarnya dalam siaran pers tertulis pada Kamis (5/3/2026).
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan yang meningkat drastis, pihak kepolisian menyiapkan skema rekayasa lalu lintas berupa penerapan sistem one way parsial. Sistem ini akan diberlakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi kendaraan di lapangan.
Dengan langkah tersebut, diharapkan perjalanan wisatawan yang hendak menikmati liburan di Lembang tetap berjalan lancar meskipun arus kendaraan meningkat tajam.
Polisi juga memprediksi bahwa gelombang kendaraan sudah mulai terasa sejak sekitar satu minggu sebelum puncak arus mudik. Tanggal yang diperkirakan cukup krusial adalah 13 hingga 14 Maret 2026, terutama pada siang hari setelah salat Jumat, ketika banyak masyarakat mulai berangkat keluar kota.
Selain jalur wisata, Polres Cimahi juga memetakan beberapa titik rawan kemacetan di wilayah Cimahi dan Bandung Barat yang selama ini dikenal sebagai trouble spot lalu lintas. Ada tiga lokasi yang menjadi prioritas pengamanan.
Pertama adalah Pertigaan Beatrix, yang kerap mengalami perlambatan arus kendaraan. Di titik ini, polisi akan menerapkan sistem satu arah secara situasional untuk mengurai kepadatan.
Titik kedua berada di Pertigaan Cimareme, kawasan yang sering dipadati kendaraan dari berbagai arah. Untuk mengantisipasi kemacetan, jumlah personel kepolisian akan ditambah guna membantu pengaturan lalu lintas secara langsung di lapangan.
Sementara itu, kawasan Tagog Apu di Padalarang juga masuk dalam perhatian khusus. Di area ini, polisi menyiapkan sejumlah opsi rekayasa lalu lintas, termasuk kemungkinan penutupan sementara pada jalur tertentu agar arus kendaraan menuju pasar maupun jalur arah Cianjur tetap lancar.
“Kami akan melakukan penebalan anggota di sejumlah titik strategis agar kepadatan lalu lintas dapat tertangani dengan baik,” ujar Niko.
Selain pengaturan lalu lintas, Polres Cimahi juga menyiapkan 11 pos pengamanan selama Operasi Ketupat 2026. Dua di antaranya merupakan pos terpadu yang ditempatkan di lokasi strategis, yakni di Alun-Alun Cimahi dan gerbang Tol Padalarang.
Kedua titik tersebut menjadi jalur penting keluar masuk kendaraan, baik bagi para pemudik yang hendak pulang kampung maupun wisatawan yang ingin menikmati liburan di kawasan Bandung Barat.
Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi terbaru mengenai rekayasa lalu lintas saat mudik Lebaran menuju kawasan wisata Lembang dan Bandung Barat. Dengan begitu, perjalanan menuju kampung halaman atau destinasi wisata dapat berlangsung lebih aman, tertib, dan nyaman.
“Pihak kepolisian terus mengimbau para pemudik untuk memantau informasi terkini terkait rekayasa lalu lintas agar perjalanan menuju kampung halaman maupun tempat wisata dapat berlangsung aman, tertib, dan nyaman,” pungkas Niko.