Bukan Arunika, Palutungan dan Waduk Darma Kuningan Tetap Jadi Tempat Favorit di Kuningan

Kuningan 11 Maret 2026 -- 35

blog-img

Hasil survei terbaru yang dilakukan oleh Jamparing Research mengungkap gambaran menarik tentang destinasi wisata favorit di Kabupaten Kuningan. Dalam rilis yang disampaikan terkait evaluasi satu tahun kinerja pemerintah daerah, nama Waduk Darma muncul sebagai objek wisata yang paling banyak disebut dan paling disukai masyarakat.

Destinasi yang berada di kawasan perbukitan ini berhasil meraih nilai tertinggi dengan persentase 18,8 persen. Angka tersebut menempatkan Waduk Darma di posisi teratas sebagai tempat wisata yang paling populer selama setahun terakhir. Pemandangan danau yang luas dengan latar pegunungan serta suasana yang sejuk menjadi daya tarik utama yang membuat banyak orang memilih berkunjung ke sana.

Direktur Jamparing Research, Topic Offirstone, menjelaskan bahwa setelah Waduk Darma, ada beberapa destinasi lain yang juga cukup digemari wisatawan. Salah satunya adalah kawasan wisata Palutungan yang memperoleh persentase 12,5 persen. Kawasan ini memang dikenal dengan udara pegunungan yang segar serta panorama alam yang masih asri.

Di posisi berikutnya ada Arunika Eatery dengan persentase 9,8 persen. Tempat ini belakangan cukup populer, terutama di kalangan wisatawan muda yang ingin menikmati pemandangan matahari terbit sambil bersantai di kafe bernuansa alam.

“Kami juga menyurvei objek wisata yang populer selama satu tahun terakhir. Waduk Darma menjadi yang paling banyak disebut, termasuk kawasan Jagara Eco Park di sekitarnya. Setelah itu disusul Palutungan dan Arunika,” ujar Topic.

Selain tiga destinasi tersebut, ada juga tempat wisata lain yang cukup sering menjadi pilihan pengunjung, seperti Objek Wisata Cibulan dan Zam-Zam Pool. Keduanya masing-masing memperoleh persentase 7 persen dan 5 persen dalam survei tersebut. Meski angkanya tidak sebesar Waduk Darma, dua lokasi ini tetap menunjukkan tingkat ketertarikan yang cukup kuat di kalangan masyarakat.

Topic menambahkan, sejumlah destinasi wisata lainnya memiliki tingkat pilihan di bawah 5 persen. Hal ini menandakan popularitasnya masih terbatas dibandingkan objek wisata utama. Namun demikian, kategori “lainnya” justru mencatat persentase yang cukup besar, yakni mencapai 29,7 persen.

“Ini menunjukkan sebenarnya masih banyak objek wisata lain yang juga dikunjungi masyarakat, hanya saja penyebutannya tersebar dan tidak terkonsentrasi pada satu tempat tertentu,” jelasnya.

Dari hasil survei tersebut juga terlihat pola menarik. Wisata berbasis alam dan panorama menjadi daya tarik utama bagi masyarakat yang berkunjung ke Kuningan. Lanskap pegunungan, udara sejuk, serta pemandangan hijau tampaknya masih menjadi magnet utama bagi wisatawan.

Menurut Topic, kondisi ini menjadi peluang besar bagi pemerintah daerah untuk terus mengembangkan sektor pariwisata berbasis alam.

“Keindahan alam menjadi faktor penting yang membuat wisatawan tertarik datang. Potensi ini tentu masih sangat bisa dikembangkan lebih jauh,” pungkasnya.